Sabtu, 10 Maret 2012

Novel: "Harry Potter 3 bab 5"



 5. Dementor

TOM membangunkan Harry keesokan paginya dengan senyum ompongnya yang biasa dan secangkir teh. Harry berganti pakaian dan sedang membujuk Hedwig yang tidak puas untuk masuk kembali ke sangkarnya, ketika Ron menerobos masuk sambil me-narik baju kaus tebal melewati kepalanya. la kelihatan jengkel. ,

"Lebih cepat kita naik ke kereta api lebih baik," katanya. "Paling tidak aku bisa jauh-jauh dari Percy di Hogwarts. Sekarang dia menuduhku meneteskan teh ke foto Penelope Clearwater. Tahu kan," Ron menye-ringai, "pacarnya. Cewek itu menyembunyikan wajah-nya di bawah pigura foto karena hidungnya basah..."

"Ada yang mau kuberitahukan padamu," Harry memulai, tetapi mereka disela oleh Fred dan George, yang datang untuk memberi selamat pada Ron karena berhasil membuat Percy marah lagi.

Novel: "Harry Potter 3 bab 4"



 4. Leaky Cauldron

PERLU beberapa hari bagi Harry untuk membiasakan diri dengan kebebasannya yang aneh. Belum pernah dia bisa bangun kapan saja dia suka atau makan apa pun yang diinginkannya. Dia bahkan bisa pergi ke mana pun dia mau, asal saja masih di Diagon Alley dan karena jalan panjang dari batu ini dipenuhi toko-toko sihir paling menakjubkan di seluruh dunia, Harry sama sekali tak punya keinginan untuk melanggar janjinya kepada Fudge dan memasuki dunia Muggle lagi.

Harry sarapan setiap pagi di Leaky Cauldron. Dia senang mengawasi tamu-tamu lainnya: penyihir-penyihir wanita tua dari pedesaan, yang akan ber-belanja seharian; penyihirpenyihir bertampang-ter-hormat mendiskusikan artikel terakhir di Transfigura-tion Today—Transfigurasi Hari Ini; penyihirpenyihir ber-tampang-liar; kurcaci bersuara serak, dan sekali bah-kan nenek sihir mencurigakan yang memesan sepiring hati mentah dari balik balaclava—topi rajutan wol tebal yang menutupi kepala dan lehernya.

Novel: "Harry Potter 3 bab 3"


3. Bus Ksatria

HARRY sudah melewati beberapa jalan sebelum akhirnya dia terpuruk di atas tembok rendah di Mag-nolia Crescent, terengah-engah kelelahan menyeret kopernya. Dia duduk diam, kemarahan masih meme-nuhi dirinya, mendengarkan jantungnya yang ber-degup kencang.

Tetapi setelah sepuluh menit di jalan yang gelap, emosi baru menguasainya: panik. Dari sudut mana pun dia memandangnya, belum pernah dia dalam kesulitan sebesar ini. Dia terdampar, sendirian, di dunia Muggle yang gelap, tak tahu mau ke mana. Dan yang paling parah, dia baru saja menyihir, yang berarti sudah hampir pasti dia akan dikeluarkan dari Hogwarts. Dia jelas telah melanggar Dekrit Pembatas-an bagi Penyihir di Bawah Umur, dia heran petugas Kementerian Sihir belum muncul untuk menangkap-nya di situ.

Kamis, 01 Maret 2012

Novel: "Harry Potter 3 bab 2"


2. KESALAHAN BESAR BIBI MARGE

HARRY turun untuk sarapan keesokan harinya dan mendapati ketiga Dursley sudah duduk mengelilingi meja dapur. Mereka menonton televisi baru, hadiah selamatdatang- berliburan-musim-panas untuk Dudley, yang belakangan ini selalu mengeluhkan keras-keras jarak jauh yang harus ditempuhnya antara lemari es dan televisi di ruang keluarga. Dudley telah melewat-kan sebagian besar musim panas di dapur, mata babinya yang kecil terpaku ke layar dan kelima dagu-nya berguncang-guncang sementara dia makan tiada hentinya.

Harry duduk di antara Dudley dan Paman Vernon, seorang pria besar-gemuk, dengan leher sangat pendek dan kumis sangat tebal. Jangankan mengucapkan se-lamat ulang tahun kepada Harry, tak seorang pun dari mereka bertiga menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka menyadari Harry masuk ke dapur. Tetapi Harry sudah sangat terbiasa dengan hal ini, sehingga dia tidak peduli. Dia mengambil roti panggang dan menengadah menatap pembaca berita di televisi, yang sudah separo jalan membacakan laporan tentang nara-pidana yang kabur.


Novel: "Harry Potter 3 bab 1"


1. Pos Burung Hantu


HARRY POTTER adalah anak yang sangat istimewa dalam banyak hal. Misalnya saja, dia paling benci liburan musim panas dibanding waktu-waktu lainnya. Contoh lain lagi, dia ingin sekali mengerjakan PR-nya, tetapi dia terpaksa mengerjakannya pada larut malam secara sembunyisembunyi. Dan dia kebetulan juga penyihir.

Saat itu sudah hampir tengah malam, dan dia sedang berbaring telungkup di tempat tidurnya, selimutnya ditarik sampai menutupi kepalanya seperti tenda, satu tangannya memegang senter dan sebuah buku besar bersampul kulit (Sejarah Sihir, oleh Bathilda Bagshot) bersandar terbuka pada bantal. Harry menggerakkan ujung pena bulu-elangnya menyusuri halaman, me-ngernyit sementara dia mencari sesuatu yang bisa membantunya dalam menulis karangannya, "Pembakar-an Para Penyihir di Abad Keempat Belas Sama Sekali Tak Ada Artinya—jelaskan".

Harry Potter dan Tawanan Azkaban



Harry Potter and The Prisoner of Azkaban
Karya : J.K ROWLING

HARRY POTTER DAN TAWANAN AZKABAN
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta, 2001
HARRY POTTER AND THE PRISONER OF AZKABAN
Copyright © Text J.K. Rowling 1999
All rights reserved.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...